Situs Web Porno, Antara Teknologi dan Bisnis

Internet sekarang ini menjadi media paling gampang untuk mendapatkan informasi berbagai hal. Mau data dan informasi, berita yang serius untuk menunjang pekerjaan Anda yang serius, atau mengakses fasilitas hiburan lainnya, misalnya games, hingga yang iseng-iseng belaka.

ategori iseng-iseng belaka agaknya biasa menghinggapi benak setiap orang. Bentuk keisengan ini antara lain dengan mengakses situs-situs web porno.

Teknologi internet yang didukung kecepatan akses yang tinggi memang mengiming-imingi hal itu. Mungkin niatan awalnya tidak untuk mengakses situs web porno tersebut, tetapi karena tinggal klik dan dalam sekejap sudah bisa tersaji pada layar komputer bentuk dan halaman muka suatu situs porno, maka tidak sadar pengaksesan tersebut bisa berlangsung beberapa menit hingga akhirnya beberapa jam. Inilah yang tadinya cuma iseng bisa berubah menjadi suatu kebutuhan manakala mengakses internet menjadi kurang afdol kalau tidak membuka situs web yang menayangkan pornografi.

Tentang pornografi, sebetulnya tidak melulu bisa didapat dengan mengakses internet. Sekarang ini kita bisa mendapatkan bentuk pornografi itu dari pinggir jalan hingga ke suatu komunitas yang tidak tersentuh pada suatu kehidupan malam.

Menurut pengamat multimedia, KRMT Roy Suryo, kepada Pembaruan, memilah situs web porno agar tidak dilihat oleh mereka yang belum cukup umur, bukanlah hal yang mudah. “Kalau memblokir situs web-situs web tersebut yang (umumnya bikinan luar negeri), agar tidak bisa diakses, hal ini bisa dilakukan pada komputer pribadi seseorang. Tetapi bagaimana dengan keleluasaan yang didapat pengakses internet di warung internet (warnet)?” tuturnya.

Memang bukan hal mudah mengawasi para pengakses internet yang ada di warnet-warnet yang begitu banyak tersebar di Indonesia. Lagi pula, bukan jaminan bahwa pengakses situs web itu kebanyakan mereka yang duduk di bilik warnet.

Sebab, bisa jadi Anda atau mereka yang duduk manis dengan meja-meja penuh laporan keuangan dan data yang penyusunan membutuhkan konsentrasi tinggi lah yang membukanya di sela jeda rehat sembari iseng ngemil. Internet dan mouse kecil di meja itu memang mengiming-imingi dunia tak berbatas untuk diakses, apalagi dengan koneksi server kantor yang di samping gratis juga super cepat, wah… keterlaluan kalau segala macam situs web belum pernah Anda jelajahi.

Sebetulnya, seberapa sering seseorang mengakses suatu situs web yang menawarkan pornografi? Sulit menjawabnya, belum ada data hasil riset tentang hal itu.

Awalnya barangkali seseorang mengakses suatu situs web yang berisi pornografi itu lebih didorong oleh faktor iseng belaka. Hal ini seperti yang dituturkan Bem (31), pria lajang yang dulunya mengaku senang membuka situs porno. “Dulu suka, awalnya iseng tetapi sekarang tidak lagi. Nggak ada waktu untuk itu lagipula gambar-gambar yang ditampilkan membosankan, tidak alami, tidak ada jalan ceritanya, itu-itu melulu. Berbeda kalau kita sedang menonton DVD atau VCD yang menampilkan film yang ada kisah ceritanya kemudian dengan sisipan adegan seks yang dilakukan secara alami sesuai alur cerita, itu lebih pas nontonnya,” paparnya. Dia bahkan sekarang mengaku sebal bila membuka internet kemudian langsung tersaji gambar porno dari suatu situs web.

Pria dikenal sebagai makhluk yang sering iseng, tetapi, bukan berarti perempuan tidak pernah iseng membuka situs web porno. Seperti diakui Lia (32), perempuan ini mengaku pernah beberapa kali membuka situs web yang menayangkan gambar-gambar porno tersebut atas dasar memenuhi rasa keingintahuannya. “Iseng aja, pengen tahu seperti apa. Tetapi akhirnya malu sendiri melihatnya,” katanya.

Pada akhirnya, keberadaan situs web porno di Indonesia, tergantung sepenuhnya pada pengakses internet, apakah ingin mengaksesnya atau tidak. Pun mereka yang acap mengirim e-mail yang berisi gambar-gambar porno. “Pada akhirnya situs web porno di Indonesia tidak banyak dibicarakan karena persentase yang membicarakannya juga sedikit,” tambah Roy Suryo.

Namun, tidak demikian halnya dengan perkembangan situs web porno di Amerika Serikat (AS). Seperti disarikan dari cnn.com baru-baru ini, industri situs web porno itu bahkan telah memberikan keuntungan finansial hingga miliaran dolar.”Ini bisnis yang ternyata mencetak banyak uang,” kata analis Nielsen dan NetRatings, Sean Kaldor.

Menurut data bulan Agustus 2003 yang dianalisis lembaga riset tersebut, sebanyak 34 juta pengguna komputer telah mengakses situs web porno. Jumlah ini setara dengan seperempat pengakses internet di AS. Tidak pelak lagi, teknologi yang memungkinkan koneksi akses internet berkecepatan tinggi yang mendorong itu semua.

Menurut Sean, para pengakses situs web porno itu menghabiskan waktu antara tujuh menit hingga satu jam tiap bulannya untuk melihat content suatu situs porno. Mereka ini biasanya menyambangi suatu alamat situs web porno hingga enam kali.

Sementara itu menurut hasil riset dan analisis dari perusahaan N2H2, situs web porno tersebut tiap tahunnya mampu menghasilkan keuntungan hingga US$ 1 miliar. Booming situs web porno agaknya sudah tiba. Ini ditandai tidak saja dengan banyaknya jumlah pengakses, tetapi juga situs web yang tersedia.

Sebab dengan keuntungan sebesar ini, National Research Council memperkirakan bahwa industri situs web porno itu akan mendatangkan keuntungan antara US$ 5 miliar hingga 7 miliar dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Menurutnya, yang paling menarik di samping keuntungan yang bisa dihasilkan dari situs web-situs web dimaksud, adalah pengaplikasian pembuat situs web itu dengan mendandani portalnya dengan teknologi terkini.

Situs web-situs web porno tersebut menurut seorang terapis seksual, Laura Berman, bisa dijadikan sebagai situs web yang tidak melulu mengumbar gambar porno tetapi juga memberikan suatu gambaran yang bisa mendatangkan keuntungan bagi pasangan suami istri

Iklan

One thought on “Situs Web Porno, Antara Teknologi dan Bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s