Bungee Jumping, Pemacu Adrenalin Paling Diminati

Bungee jumping atau yang dikenal juga dengan bungy jumping, merupakan salah satu olahraga pemacu adrenalin yang paling diminati. Bayangkan jika Anda dijatuhkan dari ketinggian ratusan kaki dari permukaan tanah dan berat tubuh Anda hanya di topang oleh seutas tali yang diikat di kaki maupun pinggang. Tetapi yang menarik dari olah raga ini bukan saat Anda melakukan lompatan, melainkan saat anda terpental kembali beberapa kali oleh tali elastis yang diikatkan tadi sampai energi tali benar-benar berhenti.

Kata bungee muncul sekitar tahun 1930 yang merupakan nama dari karet penghapus. Padahal dulunya, bungee dilakukan pertama kali bukan menggunakan tali karet, melainkan tali yang terbuat dari tanaman menjalar.

Chris Baker dari Bristol, Inggris yang terilhami cuplikan film buatan tahun 1950-an oleh David Attenborough dan kru BBC tentang “Penyelam Negri” Pulau Pantekosta di Vanuatu, yang menampilkan seorang pemuda yang melompat dari panggung kayu yang tinggi dengan tanaman menjalar diikatkan ke pergelangan kaki mereka sebagai tes keberanian; kemudian mengganti tanaman jalar menjadi karet elastis.

Pertama kalinya modern bungee ini dilakukan di Clifton Suspension Bridge, Bristol dengan ketinggian 250 kaki oleh 4 anggota dangerous sports club, yang dipimpin oleh David Kirke. Sayangnya sesaat setelah aksi itu mereka kemudian ditangkap. Tetapi kejadian itu tidak membuat mereka jera, mereka malah hijrah ke AS dan melakukan aksi-aksi menghebohkan di Golden Gate dan Royal Gorge Bridges yang kemudian menyebarkan konsep bungee ini keseluruh dunia. Bahkan pada 1982 mereka nekat melompat dari balon udara!

Operator bungee jumping pertama, A J Hackett yang berasal dari New Zealand melakukan lompatan perdana di Auckland’s Greengithe Bridge tahun 1986 dan beberapa tahun berikutnya dia melakukan berbagai lompatan heboh dari berbagai jembatan bahkan struktur lain seperti menara eiffel. Inilah yang kemudian memunculkan cikal bakal bungge sebagai salah satu cabang olah raga dan juga menjadikan Hackett sebagai operator bungee komersial terbesar yang tersebar di beberapa negara.

Walau bahaya, bungee berada pada urutan tertinggi, tidak juga menghentikan jutaan lompatan yang berhasil dilakukan sejak 1980. Hal ini mengakibatkan operator bungee semakin ketat melakukan ritual-nya sebelum melakukan lompatan, seperti menyesuaikan berat badan dan panjang tali, bahkan kekuatan tali serta keelastisitasannya.

Sayangnya kecelakaan di olahraga ini cenderung aneh dan menakjubkan. Kecelakaan yang relatif terjadi adalah penggunaan tali yang terlalu panjang. Sebaiknya tali cukup lebih pendek daripada tinggi panggung loncatan untuk ruang merentang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s