Kamus Istilah Dunia Narkoba

A

Abes : salah tusuk urat / bengak
Abses : benjolan karena heroin yang disuntik tidak masuk ke dalam urat
Acid : LSD, salah satu zat halusinogenika, bila dikonsumsi akan timbul halusinasi
Afo : alumunium foil
Alfo; foil; alumunium foil : tempat untuk memakai / bakar shabu
Amp/amplop : kemasan untuk membungkus ganja
Amphet : amphetamin
Analgesic : substansi untuk meredakan rasa sakit berhubungan
Antibiotik : sejenis zat antimikroba yang berasal dari pengembangbiakan mikroorganisme dan dibentuk secara semi-sintetis. Zat ini bekerja untuk mematikan atau menghambat perkembangan bakteri dan digunakan untuk mengatasi infeksi.

B
Badai : teler atau mabok
Badai; pedaw; high : tinggi
Bahlul : mabuk
Bajing : bunga ganja
Bakaydu : bakar ganja; dibakar dulu
Barcon; tester : barang contoh (gratis)
Basi-an : setengah sadar saat reaksi drug menurun
BB : barang bukti
BD : bandar narkoba
Bedak etep putih : sebutan lain putauw atau heroin
Beler : mabuk
Berhitung : urunan / patungan untuk beli ganja
Betrik : dicolong / nyolong
Bhang : ganja
Bhironk : orang Nigeria atau pesuruh
BK (Bung Karno) : pil koplo paling murah
BK : sedatin, nama obat tidur, isinya Nitrazepam 5 mgr
Black Heart : merk ectasy
Blue ice (BI) : salah satu jenis shabu yang paling bagus (no.1)
Boat : obat
Bokauw : bau
Bokul : beli barang
Bokul (bok’s) : beli
Bong : sejenis pipa yang didalamnya berisi air untuk menghisap shabu
Bopeng/bogep : minuman alkohol buatan lokal yang dikemas dalam bentuk botol pipih (botol gepeng) misalnya jenis vodka atau wiski
Boti : obat
BT : Bad trip ( halusinasi yang serem)
BT (Bad trip) : rasa kesal karena terganggu pada saat fly/mabuk
Buprenorphine : suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid
Buddha stick : ganja
Buterfly : merk ectasy

C
Camp’s : campuran (tembakau) untuk ganja pada saat melinting
Cannabis : ganja, daun ganja; kependekan dari Canabis Sativa
Chasing the dragon : pencandu heroin
Chasra : ganja
Chimenk : ganja/kanabis
Cimeng : ganja
CMD : cuaca mendukung (untuk ngeganja)
Coke : kokain
CS (sobat) : istilah sesama pemakai

D
Dagga : ganja
Dinsemilla : ganja
Dum-dum titik : dumolid

F
Fly : mabuk

G
Gantung : setengah mabok
Gauw : gram
Gaw : gram
Gele : ganja
Gepang : punya putauw atau heroin
Giber : mabok atau teler
Giberway (giting berat way) : mabuk ganja
Ginting : mabok atau teler
girl : kokain
Gitber (ginting berat) : mabok berat
Glass : shabu-shabu
Gocapan : gocip; paketan 50 ribu/0.1 gram.
Gonjes : mabok atau teler
Grass : daun ganja

H
Haluasi (halusinasi) : khayalan / imajinasi yang berlebihan
Halusinogen : Obat yang dapat mengubah perasaan dan pikiran, sering kali dengan menciptakan daya pandang yang berbeda, meskipun seluruh perasaan dapat terganggu.
Harm reduction : Suatu upaya untuk mengurangi beban dan penderitaan penyalagunaan zat, seperti memberikan jarum suntik baru agar mereka bisa terhindar dari penyebaran virus yang ditularkan melalui darah.
Hashish : daun ganja (biasanya juga disebut hash)
Hawi : ganja
Hemp : ganja
Hirropon : shabu-shabu

I
I : Ekstasi
Ice Cream : shabu-shabu
inex : Ekstasi
Inex : ecstasy
Insul/spidol : alat suntik
Iv (ngive) : intravena, memasukan obat ke urat darah (vena)

J
Jackpot : tumbang/muntah
Jayus : ganja
Joints : daun ganja yang dipotong, dikeringkan, dirajang halus dan digulung menjadi rokok Jokul : jual
Junkies : pencandu

K
Kamput : kambing putih, gambar pada label salah satu minuman beralkohol
Kancing : ekstasi
Kar : alat untuk menggerus Putaw
Kartim : kertas timah
KD (kode) : kodein
Kentang : kena tanggung/gantung /kurang mabuk
Kentang kurus : kena tanggung kurang terus
Kipe : nyuntik atau memasukan obat ketubuh
Kipean : insulin, suntikan
Kompor : untuk bakar shabu di alumunium foil
Koncian : simpanan barang
Kotak kaset/CD : digunakan sebagai alat pengerus putaw
Kurus : kurang terus
KW : kualitas

L
Lady dan crack : kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat
Lates : getah tanaman candu (papaver somniferum) yang didapat dengan menyadap (menggores) buah yang mulai masak.
Lexo : lexotan (obat penenang yang isinya bromazepam 12 mgr)
LL (double L) : artan

M
Marijuana : daun ganja
Mary Jane : daun ganja
Metadon : obat narkotik yang dipakai sebagai pengganti heroin dalam pengobatan pecandunya. Dengan memakai metadon, pecandu dapat menghentikan penggunaan heroin tanpa ada efek samping yang parah.
MG : megadon
Mixing drugs : mencampur jenis drug yang berlawanan jenis untuk mendapatkan efek yang berbeda
Mupeng : muka pengen

N
Narkoba : narkotik dan bahan berbahaya.
Ngebaks (nyimenk/ngegele) : ngebakar ganja
Ngeblenk : kelebihan takaran pemakaian putaw
Ngecak : memisahkan barang
Ngecam : nyuntik atau memasukan obat ketubuh
Ngedarag : bakar putauw diatas timah
Ngedreg : cheasing the dragon, menggunakan heroin dengan cara dibakar dan asapnya dihirup melalui hidung
Ngedrop (low bed) : gejala berakhirnya rasa nikmatnya mabuk
Ngejel : mampet /beku pada saat ngepam/mompa
Ngepam (pamping) : memompa insulin secara berkali-kali
Ngupas : memakai shabu-shabu
NP (nipam) : Nitrazepam
Nugi (numpang giting) : mabuk tanpa duit
Nutup : sekedar menghilangkan sakaw/nagih
Nyabu : memakai shabu-shabu
Nyipet : nyuntik atau memasukan obat ketubuh

O
OD : ogah ngedrop perasaan/kemauan untuk tetap mabuk.
OD (over dosis) : kelebihan takaran pemakaian putaw
On (naik) : proses pada saat fly/mabuk untuk pemakai shabu/ecstacy

P
P.T-P.T : patungan untuk membeli drug
Pahe : pembelian heroin atau putauw dalam jumlah terkecil
PA-HE : paket hemat (paket 20 ribu/10 ribu)
Pakauw : pakai putauw
Paket : pembelian heroin atau putauw dalam jumlah terkecil
Paketan (tekapan) : paket / bungkusan untuk putaw
Papir : kertas untuk melinting ganja
Papir (pap’s;paspor;tissue : kertas untuk melinting ganja
Parno : paranoid karena ngedrungs
Parno : paranoid/rasa takut berlebihan karena pemakaian shabu yang sangat banyak
Pasang badan : menahan sakaw tanpa obat / pengobatan dokter
Pasien : pembeli
Pedauw : teler atau mabok
Per 1/per 2, ost : 1 atau 2, ost gram
Pil koplo (bo’at; boti; dados) : obat daftar ‘G’
Pil Gedek : ecstacy
Polydrug use : menambah dosis dan menggunakan jenis narkoba yang berbeda
Pot : daun ganja
PS (pasien) : pembeli narkoba
Psikedelik : berhubungan dengan/berciri halusinasi visual persepsi meningkat.
PT : putauw (heroin)
Pyur : murni

Q
Quartz : shabu-shabu

R
R (rohip) : rohypnol
Rasta : ganja
Relaps : kembali lagi ngedrugs karena `kangen`
Rivot /R /rhivotril : Klonazepam

S
Sakaw : sakit karena ketagihan atau gejala putus obat
Scale (Sekil) : timbangan untuk menimbang putaw, shabu, cocain (biasanya digunakan timbangan emas yang berbentuk timbangan digital)
Se’empel (seamplop) : satu amplop untuk ganja
Segaw : 1 gram
Se-lap : dua kali bolak-balik / 2 kali hisap
Selinting : 1 batang rokok atau gaja
Semata : setetes air yang sudah dicampur heroin
Semprit : dari kata syringe; sejenis alat suntik yang terdiri dari tabung dilengkapi penghisap, naf jarum dan jarum.
Sendok : tempat mencampur/melarutkan/meracik putaw dengan air yang dimasukan kedalam insulin
Sepapan (setrip) : satu baris di dalam jajaran obat
Separdu : sepaket berdua
Seperempi : ¼ gram
Sepotek : satu butir obat dibagi 2
Setangki : 1/2 gram
Set-du (seting dua) : dibagi untuk 2 orang
Setengki : ½ gram
Seting (ngeset) : proses mencampurkan heroin dengan air
Se-track : sekali hisap / sekali bakar
Shabu-shabu (ubas/basu) : metamfetamin
Snip : pakai putauw lewat hidung ( dihisap)
snow : kokain
Snuk : pusing / buntu
speedball : campuran heroin-kokain
Sperempi : 1/4 gram
Spirdu : sepaket berdua
Stag : shabu yang sedang dibakar di alumunium foil berhenti /mampet
Stock (STB/stock badai) : sisa heroin yang disimpan untuk dipakai pada saat nagih
Stone : mabuk
stokun : mabuk
Stengky : setengah gram
Sugest /sugesti : kemauan / keinginan untuk memakai narkoba
T
Tea : daun ganja
Teken : minum obat / pil / kapsul
Tokipan : minuman
Trigger : sugesti/ingin
TU : ngutang

U
Ubas : shabu

V
Val : valium (cair & tablet)

W
Wakas : ketagihan
Wangi : menunjukkan kualitas putaw yang baik yang terasa beraroma bila di dragon/disuntikkan
Weed : daun ganja

Stress..? Yuk Berpelukan

Bagi orang Indonesia, berpelukan masih termasuk hal yang tabu untuk dilakukan, kecuali bagi pasangan suami istri. Pelukan bisa diartikan sebagai dukungan dan dapat menjadi sumber kekuatan di saat kita menghadapi masalah. Pelukan juga dapat diartikan sebagi ajakan untuk berdamai.Berbagai riset menyebutkan, berpelukan bisa menyembuhkan masalah fisik dan emosional, bahkan bisa mengatasi stres dan depresi. Seperti sebuah riset yang digagas Dr Harold Voth, senior psikater dari Kansas, Amerika Serikat, menyebutkan berpelukan mampu mengusir depresi, mentune-up sistem kekebalan tubuh, tidur lebih nyenyak, dan awet muda.

Bahkan ada sebuah lembaga yang khusus mengkoordinir ‘pelukan gratis’ (Free Hug) di jalanan bagi mereka yang membutuhkan. Meski di beberapa negara kampanye Free Hug ini terganjal regulasi pemerintah, seperti di Cina, yang menganggap pelukan sebagai tradisi asing. Bahkan pemerintah Cina, Oktober 2006 lalu membubarkan aksi pelukan di pusat kota bisnis Xi’an, dan melarang kampanye pelukan di jalanan.

Bagaimana berpelukan bisa memberikan efek yang demikian hebat?

Ketika berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian yang bekerja menekan hormon penyebab timbulnya stress (hormon cortisol dan hormon norepinephrine). Sehingga akhirnya, tentu saja bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan jantung dan pikiran.

Dalam kehidupan nyata, hormon oxytocin ini akan tercipta dalam sebuah hubungan sehat yang tidak sering diwarnai pertengkaran ataupun kekerasan. Seperti kita ketahui, tidak semua orang memiliki hubungan yang membahagiakan, karena itu kualitas sebuah hubungan bisa menjadi tolak ukur kesehatan seseorang. Dari hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang tidak bahagia dalam hubungan asmara atau pun dalam pernikahan, memiliki kecendrungan lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.

Mengapa perempuan? Karena ternyata oxytocin lebih memiliki kedekatan dengan hormon estrogen yang diproduksi perempuan, sehingga menyebabkan, perempuan lebih responsif saat memeluk pasangannya ketimbang laki-laki.

Apakah Anda saat ini lagi stres berat? Mungkin karena masalah pekerjaan, keluarga. Ayo, carilah orang yang bisa Anda ajak berpelukan! Berpelukan tak harus dengan pasangan, bagi Anda yang masih menjomblo, berpelukan dengan sahabat atau saudara Anda tak ada salahnya bukan? Paling tidak Anda bisa merasa nyaman dan terlindungi untuk beberapa saat.

Kurangi Merokok Tak Cegah Kematian Dini Akibat Rokok

Mengurangi jumlah rokok yang diisap setiap hari ternyata tak mencegah kematian dini akibat rokok, seperti pernyataan yang disiarkan jurnal kesehatan antar bangsa “Tobacco Control”, dan dilansir media pada Selasa (28/11/06).

Petugas kesehatan umum di Norwegia melakukan kajian terhadap rekam jejak 50 ribu perokok selama 20 tahun dan menyimpulkan mereka yang mengurangi rokok hingga 50 persen atau lebih, ternyata tingkat kematiannya tidak lebih baik daripada yang tidak mengurangi rokok.

“Kajian tersebut cukup membuktikan satu-satunya jalan keluar dari risiko kematian adalah berhenti penuh dari rokok. Karena mereka yang berhenti merokok, memiliki tingkat risiko sangat rendah daripada yang tetap merokok,” kata kajian tersebut.

Di awal kajian, para peneliti mencatat 24.959 pria dan 26.251 perempuan, berusia 20-34 tahun. Sebagian besar dari mereka menjalani pemeriksaan risiko penyakit jantung pada dasawarsa 1970-an, kemudian menjalani hal serupa pada akhir tahun 2003.

Studi tersebut menyebutkan semua perokok berapa pun jumlah rokok yang mereka isap, ternyata mempunyai risiko kematian sama dan secara pasti mengalami kematian akibat penyakit jantung atau kanker yang berhubungan dengan rokok”.

Para peneliti yakin kajian mereka dapat memicu penilaian ulang terhadap program berhenti merokok dengan ‘harapan keliru’ berslogan, “Kalau tidak bisa berhenti, kurangi.”

Namun, mereka mengatakan, pendekatan tersebut bisa dijadikan sebuah “usaha sementara” untuk program mengurangi rokok.

Wanita Masa Kini Tak Lagi Gaptek

Pernah mendengar slogan “Diamonds are a girl’s best friend”? Kini slogan tersebut sepertinya tak lagi berlaku karena sebuah survei terbaru yang dilakukan di Amrik menemukan bahwa 3 dari 4 orang wanita lebih memilih sebuah TV plasma baru dari pada kalung berlian.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh jaringan TV Kabel Amrik, Oxygen Network – yang dimiliki dan dioperasikan oleh wanita – menemukan bahwa kini wanita tak lagi gaptek. Ini dibuktikan dengan sebagian besar wanita yang memilih menggunakan teknologi baru yang mudah dan praktis.

Dalam survei tersebut terungkap bahwa sekitar 6.6 persen wanita memiliki peralatan teknologi mereka sendiri sementara pria sebanyak 6.9 persen, dan 4 dari 5 orang wanita merasa nyaman dan praktis menggunakan peralatan teknologi canggih dengan sekitar 46 persen wanita memiliki kemampuan untuk membetulkan sendiri komputer mereka yang bermasalah.

“Umumnya orang berasumsi, wanita lebih gaptek dibanding pria untuk soal teknologi. Namun seiring dengan perkembangan zaman, minat wanita dan pria dalam hal teknologi kini hampir sama besarnya,” tutur Geraldine Laybourne, chairman dan chief executive Oxygen Network pada Reuters.

Sementara menurut survei The Girls Gone Wired yang dilakukan oleh tim survei TRU dengan jumlah responden meliputi 1,400 responden wanita dan 700 responden pria dari rentang usia 15 hingga 49, menemukan bahwa jika diberikan beberapa opsi, wanita masa kini cenderung memilih barang-barang teknologi dari pada barang-barang mewah semacam perhiasan ataupun liburan.

Sekitar 77 persen responden wanita memilih sebuah TV plasma baru dari pada seuntai kalung berlian dan hanya sekitar 54 persen responden yang memilih liburan di Florida dari pada sebuah TV plasma.

Walaupun kehilangan sepatu, sekitar 85 persen responden wanita lebih memilih membelanjakan uang mereka untuk sebuah video kamera digital yang baru dari pada sepasang sepatu dari desainer ternama.

Jajak pendapat itu juga memperkirakan bahwa dalam 5 tahun mendatang, wanita akan lebih asyik menikmati benda-benda dengan teknologi yang canggih seperti kamera digital, ponsel, e-mail, ponsel berkamera dan instant messaging.

Laybourne mengatakan bahwa bertambahnya tingkat penggunaan teknologi disebabkan karena kini wanita sudah semakin berpendidikan dan mengerti akan fungsi dan kegunaan teknologi.

Rokok Mentol Dorong Kecanduan Lebih Hebat

Menurut penelitian, kebiasaan menghisap rokok dengan rasa mentol dua kali lebih sulit dihentikan daripada rokok biasa.

Penelitian di Amrik menunjukkan bahwa rokok mentol sama bahayanya dengan rokok biasa namun biasanya para perokok mentol lebih sedikit yang berusaha untuk mencoba berhenti merokok.

Sebenarnya cara terbaik bagi para perokok mentol untuk berhenti adalah dengan mengganti rokok mereka menjadi rokok biasa.

Dari 1,535 perokok yang diuji oleh tim peneliti Amrik pada tahun 1985, 63% responden mengatakan bahwa mereka lebih suka rokok mentol.

Dalam 10 tahun setelah penelitian itu, para ahli menemukan bahwa hampir setengah responden yang mencoba untuk berhenti menghisap rokok mentol malah kambuh kembali.

Dr Mark Pletcher dari Universitas California mengatakan, “Dengan menukar rokok mentol menjadi rokok biasa, mungkin langkah itu mempermudah dalam usaha berhenti merokok dan dengan demikian dapat mengurangi masalah kesehatan yang disebabkan oleh nikotin.”

Penemuan itu menyebutkan kebanyakan perokok mentol adalah wanita-wanita muda yang belum bekerja atau pengangguran.