Supaya Website Kita Dikunjungi Banyak Orang

Setelah anda bikin web, diupload .. tentunya anda pengen situs anda dikunjungi bukan? Beberapa tips agar web anda cepet dapat kunjungan:

1. Buat desain web yang simple dulu, Bagus dan tidaknya desain web ketahuan saat pengunjung sampe di web anda. Kalo Desain bagus memikat tapi gak ada pengunjung .. siapa yang akan tau kalo web anda bagus?

2. Hindari Flash efex, karena akan memperlambat loading situs anda. Ingat banyak situs web pakai flash effek karena mereka udah terkenal, sehingga visitor rela menunggu loading flash-nya, karena mereka udah tau kontent-nya sesuai dengan apa yang mereka cari. Kalo situs anda belum ada yang tau isinya, apa yang akan mereka lakukan kalo situs ‘baru’ anda lambat? TUTUP BROWSER CARI SITUS LAIN!!

3. Berpartisipasi aktif di forum-forum dengan membawa signatur site anda..
Boleh kok di forum bergaya sok tau (kaya’ saya ini ..) padahal sebenarnya saat ada yang nanya, kita dapet jawabannya juga dari searching.

4. Tukar link dengan web yang sejenis.
Lebih baik link anda berwujud teks (karena bisa di crawl oleh search engine) daripada berwujud gambar.

5. Gunakan keyword anda sebagai link :
Misal keyword anda “buku c# gratis”, nama situs anda www.bukukubagus.com, lebih baik anda menggunakan link:
<a href=”http://www.bukuku-bagus.com”>buku c# gratis</a>
daripada
<a href=”http://www.bukuku-bagus.com”>www.bukuku-bagus.com</a>

6. Cari keyword yang sering digunakan. (googling aja cari : “keyword statistic”). Dan gunakan keyword tersebut.

7. Coba pake “misspell” orang barat juga ternyata suka salah kalo ngetik.
Kadang ngetik free ebook download keliru free ebook dowwload atau free ebook doanload dsb.

8. Download google toolbar untuk mencatat kenaikan rangking anda di google.

Jika anda melakukannya Insya Allah, minimum site anda akan ada di halaman pertama yahoo setelah maksimal empat bulan, dengan keyword anda.

Semoga membantu ..

Desain Web: Kerjasama Pengguna, Penyedia Jasa dan Klien

BAYANGKAN ketika kita memasuki situs Coca Cola (http://www.cocacola.com) dengan tanpa botol warna merah nyala dan background merahnya, maka dengan segera pertanyaan timbul “botol”nya mana? Atau bayangkan kita masuk ke situs Esprit (http://www.esprit.com) tapi warna yang muncul pertama kali adalah warna-warna yang redup. Membayangkan masuk ke situs IBM (http://www.ibm.com) maka secara implisit yang terbayang adalah warna biru sebagai foreground-nya.

Warna merah segera hadir dalam memori kita ketika kita hendak masuk ke situs KFC (http://www.kfc.com) lengkap dengan ayamnya. Membayangkan sebuah situs berlabelkan teknologi, maka yang akan timbul adalah navigasi yang high-tech, papan informasi yang easy to learn dan penuh dengan kejutan-kejutan futuristik, warna-warna perak metalik dengan ikon-ikon yang jauh dari yang kita bayangkam sekarang.

Mereka-reka sebuah situs sebelum situs itu kita masuki menjadi kegiatan yang mengasyikkan karena kegiatan inilah yang menjadi dasar dinamika manusia itu sendiri. Namun sering kali betapa kecewanya pengguna ketika masuk ke sebuah situs tersebut ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Alih- alih dapat informasi yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjelajah situs Web, maka secara cepat pulalah pengguna akan menggerakkan mouse-nya untuk mencari situs yang sesuai dengan keinginannya.

Perkembangan desain Web di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup cerah, hal ini ditandai dengan masih banyaknya permintaan dari beberapa perusahaan untuk tereksploitasi secara luas melalui Internet. Banyaknya permintaan ini diawali dengan makin banyaknya jasa layanan penyedia akses ke jaringan Internet yang semakin memperluas daya jangkauannya, hingga minat untuk menjelajah juga mengalami tanda-tanda kenaikan.

Hal ini patut disyukuri sebagai limpahan berkah bagi para jasa layanan perancang Web dengan adanya kenaikan persentase minat pembuatan situs-situs tersebut. Dengan variatif beberapa jasa layanan tersebut mengatur layanan dengan beberapa fasilitas yang lebih memikat klien. Bersama untuk saling berbenah dan berkembang antara desainer Web dengan penyedia teknologi atau software menjadi titik tolak kebangkitan desain Web di Indonesia.

Pertumbuhan eksponensial

Dengan mengandalkan kualitas dan kuantitas secara perorangan ataupun kelompok, jasa layanan desain Web ini mengalami grafik peningkatan yang cukup signifikan. Ini ditandai dengan bermunculannya situs-situs Web, baik milik perorangan ataupun perusahaan di Internet.

Ada yang hanya mengandalkan sistematika direct management yaitu semua ditangani sendiri secara langsung mulai dari proses praproduksi hingga pasca produksi. Ada juga dengan sistematika manajerial yang makin kompleks yang dengan serta merta menaikkan penawaran harganya.

Hal ini juga diikuti dengan booming berbagai perangkat lunak baru yang dikeluarkan baik secara periodik maupun sesekali saja. Adobe Photoshop 6 (http:// www.adobe.com) dengan fitur yang lebih serius menggarap wilayah desain Web dengan beberapa plug-in-nya yang selalu keluar bersamaan. Deretan software yang dikeluarkan oleh Adobe ini tidak kurang dari 28 jenis software, yang terbagi dalam software font, page builder, plug-ins, animasi, dan tiga dimensi (3D.) Deretan itu antara lain untuk animasi terdapat Go Live 5.0, Premiere 6.0, Live Motion 1.0, untuk page builder terdapat Go Live 5.0 dan Page Maker 6.52.

Tak mau kalah dengan tantangan Adobe, maka Corel (http: //www.corel.com) pun menjawab tantangan tersebut dengan mengeluarkan Corel 10 dengan fitur-fitur yang lebih menantang desainer untuk mengeksplorasi citra, dan juga dikeluarkannya Corel Rave menambah deretan software animasi. Flash 5 (http: //www.macromedia.com), misalnya, menjawab tantangan para flasher mania dengan menambahkan shortcut tools yang lebih friendly dengan tambahan script yang makin beragam. Dengan mengembangkan Dreamwever 4.0-nya maka Macromedia meramaikan bisnis pembuatan situs Web ini.

Di sisi lain, muncul berbagai kendala mengenai format file yang memang merupakan sebuah persoalan yang telah lama terjadi. Tak kurang beberapa software telah mengeluarkan jenis-jenis format file yang menjadi optional bagi para pengguna untuk mengembangkannya. Se-bagai contoh, dengan dikeluarkannya Swift 3D (http://www. swift3d.com) untuk menjawab permintaan flasher mania yang mengalami kesulitan dalam membuat animasi 3D dengan kapasitas bytes yang cukup kecil dan mudah untuk dieskpor (transfer) ke Flash 5. Swish 2.0 (http://www.swishzone.com) pun merambah daerah animasi dengan konversi file yang mudah dengan menempatkan pada animasi 2D.

Perbendaharaan situs pun diperkaya dengan deretan software audio yang cukup signifikan. Dimulai dari Acid Pro 3 keluaran Sonic Foundry (http:// www.sonicfoundry.com) yang dengan setia menerbitkan fitur-fitur yang lebih menggigit untuk para penggunanya. Di antaranya, kita dapat mengolah dan memotong file wav langsung di board-nya. Selain itu, beberapa plug-in yang juga dikeluarkan bersamaan, seperti Sound Forge. Kelebihan software ini juga pada konversi file yang optionable. Tak mau kalah dengan Sonic Foundry, CakeWalk 9.03 (http:// www.cakewalk.com) yang mengeluarkan beberapa plug-in. Juga menarik untuk diekplorasi, seperti Groove Maker 2.0.

Ketika pengguna semakin mendambakan situs yang lebih interaktif, maka munculnya Pulse 3D (http:// www.pulse3d. com) yang makin menambah perbendaharaan piranti desainer Web untuk lebih menuangkan ide-ide yang lebih kreatif. Software ini memungkinkan pengguna untuk lebih mempunyai interaksi yang intens.

Sedangkan dari sisi pemilihan huruf (font), telah dikeluarkan tak kurang dari 200 ribu jenis font yang mengalami grafik pertumbuhan eksponensial, sehingga ide-ide yang muncul akan dapat dituangkan dengan sempurna. Sebuah angka yang cukup memudahkan para desainer Web untuk lebih menelorkan ide-ide orisinalnya.

Ide orisinal

Hendak ke mana desain Web Indonesia? Pertanyaan ini kemudian segera mungkin terlintas, mengingat kurangnya pertumbuhan ide-ide orisinil yang dikeluarkan oleh desainer Web Indonesia. Tak pelak ini menjadi pertanyaan yang cukup serius. Fitur-fitur yang membosankan dengan mengandalkan sistem navigasi yang kurang menggugah semangat untuk mencoba, bahkan beberapa situs memainkan warna yang kurang sedap dipandang. Apa sebenarnya yang menjadi latar belakang stagnasi desain Web di Indonesia?

Ada beberapa faktor yang menjadikan stagnasasi pengembangan Web dalam hal orisionalitas. Ini antara lain bisa dilihat dari segi klien, sebagai pemegang penuh atas situs yang akan dibikin oleh desainer Web tersebut. Ketika sebuah ide beradu dengan kepentingan, maka yang terjadi adalah bentuk kompromi- kompromi yang sebenarnya kalau tidak diberikan rambu-rambu akan menambah carut marut desain Web Indonesia.

Desainer Web tidak akan memunculkan ide-ide orisinilnya apabila campur tangan klien yang cukup dalam dan banyak dalam proses pengerjaannya. Walaupun klien punya hak penuh, namun memberikan kebebasan pada desainer Web berkreasi dengan imajinasinya akan sedikit banyak membantu khazanah yang akan menjadikan Web Indonesia menjadi terbaik.

Faktor lainnya terletak pada masalah piranti, yang dipisahkan antara piranti yang dipergunakan oleh desainer Web dan piranti yang dipergunakan oleh browser. Untuk piranti para desainer telah diuraikan diatas. Sedangkan yang berkaitan dengan browser harus menjadi perhatian pada desainer Web. Adanya perbedaan antara komputer PC dan Mac buatan Apple Computers mengakibatkan adanya perbedaan penampilan homepage baik dari segi warna, komposisi, hingga fungsi navigasi dan informasi homepage tersebut.

Tak ayal ketidaktepatan di dalam memilih browser, akan mengurangi fungsi situs tersebut. Misalnya, default font pada komputer PC berbeda dengan Apple Mac, termasuk dalam ukurannya. Dari sisi warna, komputer PC tampak super saturated sedangkan untuk Mac, warna tampil lebih washed out (http:// www.glassdog.com/). Dan tidak ketinggalan juga memahami karakteristik browser, ada beberapa browser yang tidak mendukung penuh fungsi yang ada pada situs.

Microsoft mempunyai JScript dan VBScript dan ActiveX yang tidak bisa dijalankan di Netscape. Atau contoh paling sial adalah situs yang mengharuskan adanya beberapa plug-in, seperti Flash Player atau Shockwave Player. Kendala ini sebenarnya telah diatasi oleh desainer Web dengan menambahkan baris pilihan browser.

Faktor pengguna

Faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah pengguna. Faktor ini patut diperhatikan oleh desainer Web. Kita bedakan antara pengguna aktif dengan pengguna pasif. Seorang pengguna yang pasif akan menerima apa adanya kendala yang ada ketika sebuah situs ditayangkan sepanjang informasi yang diinginkan telah didapatkan. Akan lebih repot lagi apabila menghadapi pengguna aktif di mana mereka membutuhkan sesuatu yang bisa “dijual” selain informasi tersebut.

Desain dengan hanya mendasarkan warna-warna seragam akan dengan segera ditinggalkan oleh pengguna tersebut. Mereka membutuhkan dukungan informasi dengan sistem navigasi serta “brain effect” yang cukup menggugah selera mereka untuk bisa berjelajah lebih lama lagi. Mampukah desainer Web memahami dinamika ini.

Sepatutnya desainer Web juga memahami karakteristik para penggunanya. Misalnya, pengguna wanita lebih sensitif terhadap warna dibanding dengan pria. Warna merah lebih popular untuk wanita dan warna biru ternyata lebih disukai oleh pengguna pria. Atau hal-hal yang lebih sepele, misalnya, segmentasi pemakai Internet di Indonesia (http://www. detikinet.com/database/survey-apjii/Prelaunch-internet%20survey/ sld010.htm).

Faktor update juga ikut menentukan. Update inilah salah satu senjata desainer Web untuk senantiasa mengasah kemampuannya untuk lebih mempermanis situs yang telah dibuat sebelumnya. Sebenarnya ini adalah pedang bermata dua, di mana ketidaktepatan seorang desainer Web untuk melihat ini sebagai potensi mengasah kemampuan, maka akan selamanya update dianggap sebagai pembenaran.

Faktor penting lainnya adalah tren. Desainer Web sepatutnya mengikuti tren yang berlaku di masyarakat sekarang. Namun, dalam memperhatikan faktor ini tidak mendasarkan diri atas menggali lubang kubur bersama-sama. Inilah sebuah dunia yang tidak bisa memisahkan diri dengan lifestyle yang berkembang. Semua faktor ini seharusnya dapat diatasi dengan kerja sama yang lebih kuat di antara pengguna, penyedia jasa teknologi informasi dan para desainer Web itu sendiri.

Tes situs Web Anda dengan Web Browser Lain!

Saat ini ada jutaan pengguna Internet di seluruh dunia. Tidak perlu diragukan, ada di antara mereka yang berkunjung ke situs anda yang telah anda buat selama berminggu-minggu. Tetapi di balik itu ada yang harus perhatikan.Walaupun halaman Web anda tampil sempurna ketika anda lihat di PC anda, mungkin tidak demikian halnya jika tampil di monitor PC orang lain. Masalahnya terletak pada komputer pengunjung situs anda itu karena komputernya sudah barang tentu telah mereka setel agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka mungkin menggunakan versi browser web berbeda dengan yang anda gunakan, atau malah browser berbeda sama sekali. Selain itu, resolusi layar dan setting warna pada komputer mereka mungkin berbeda sama sekali dengan yang ada pada monitor anda. Walaupun tampak remeh, salah satu faktor ini dapat mempengaruhi cara ditampilkannya halaman Web anda pada layar monitor orang lain. Akibatnya situs Web anda akan tampak amatiran. Hal lain yang akan mempengaruhi penampilan situs anda adalah fitur yang anda gunakan di dalam situs. Misalnya, fitur seperti Dynamic HTML, Cascading Style Sheet dan Frame akan tampil sempurna pada browser yang satu tetapi mungkin tidak pada browser yang lain.

Pengguna Internet itu bermacammacam. Masih akan ada netter yang menggunakan Internet Explorer versi tua yang tidak akan dapat menampilkan fitur yang sudah setengah mati anda buat. Agar situs anda dapat dibaca dengan benar oleh berbagai browser, ikuti petunjuk langkah demi langkah di bawah ini.

1. Tes Dengan Netscape

Kebanyakan orang yang mengunjungi halaman Web anda barangkali akan menggunakan Internet Explorer dari Microsoft. Walaupun demikian, anda perlu menginstal browser Netscape dan mentes kompatibilitas situs anda dengan program ini.

2. Ukuran Tampilan Halaman Web

Download program BrowserMaster dari www.applythis.com. Program ini memungkinkan anda melihat tampilan situs anda pada berbagai resolusi pada dua browser terpopuler. Dengan BrowserMaster pun anda dapat mencek warna pada halaman Web anda.

3. Tes Online

Selain dengan BrowserMaster, anda pun dapat melakukan tes secara online di www.anybrowser.com. Masukkan saja URL situs anda dan anda dapat menggunakan screen size test, HTML validator dan pengecek link untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik.

4. Analisis Halaman

Ada satu tool online yang dapat mentes berbagai aspek halaman Web anda dan membuatkan laporan untuk anda. Bagian yang dites adalah spelling, meta tag, frame dan struktur dokumen. Cobalah Doctor HTML pada www2.imagiware. com/RxHTML. Cek kesehatan situs anda.

5. Fitur yang Didukung

Jika anda ingin menambahkan fitur seperti Cascading Style Sheet atau Java pada halaman Web anda, maka anda mungkin tertarik untuk mengetahui browser mana yang mendukung fitur tertentu. Cobalah di www.webreview.com/browsers/browsers.shtml.

6. Mengecek Link

Jaga agar situs anda tetap sehat dan up-to-date dengan mencek link pada halaman Web anda secara teratur. Program semacam CyberSpider Link Test (www.cyberspyder.com/cslnkts1.html) dapat melakukannya secara otomatis dan memberikan laporan broken link.

7. Monitor Situs Anda

Situs Web anda perlu selalu online dan tersedia setiap waktu. Jika situs anda offline, pengunjung akan mencari situs lain. Yoursiteup? akan memonitor situs anda dan jika situs anda offline, dapat memberitahu lewat email, pihak -pihak yang alamat emailnya Anda masukkan.

8. Bantuan Lebih Jauh

Untuk bantuan lebih jauh perihal pemanfaatan browser sepenuhnya, cobalah direktori sumber informasi pada www.anybrowser.com/directory. Di dalamnya ada link ke lebih banyak advis dan program yang berguna yang akan berguna saat anda membuat situs.

Instalasi WordPress Menggunakan Appserv di Windows XP

Pembuatan website/blog biasanya dilakukan secara off-line di pc sebelum di upload ke internet/web hosting. Hal ini bertujuan juga untuk mengurangi biaya akses internet apabila harus mempelajari cara menggunakan WordPress secara online atau ketika melakukan pengeditan atau pembuatan themes wordpress. Untuk dapat menjalankan WordPress dan jenis CMS lain secara off-line terlebih dahulu kita harus menginstal appserv pada komputer kita. Untuk latihan kali ini kita akan menggunakan appserv yang didalamnya terdiri dari beberapa software yaitu Apache, MySQL dan PHP yang nanti akan kita gunakan.SOFTWARE YANG DIBUTUHKAN

  • Software appserv untuk menjalankan server dan database di Windows, dapat di download secara gratis di http://www.appservnetwork.com/ dan install di komputer Anda.
  • Script WordPress Versi 2.0.4 yang telah di download.

PERSIAPAN SCRIPT

  • Buatlah folder baru untuk file website/blog Anda pada C:\AppServ\www\
  • Setelah WordPress di download, extract file menggunakan Winzip atau Winrar
  • Copy-kan folder file-file script wordpress yang sudah di extract ke C:\AppServ\www\folderwebsite (folderwebsite adalah folder baru yang dibuat untuk file website/blog Anda, disini kita akan menggunakan folder wordpress menjadi C:\AppServ\www\wordpress)

INSTALASI SCRIPT

  1. Aktifkan Apache dan MySQL melalui :

START – Program – AppServe – Manual Control Server – Apache Start untuk mengaktifkan program Apache, kemudian
START – Program – AppServe – Manual Control Server – MySQL Start untuk mengaktifkan MySQL.
Kedua software tersebut harus di aktifkan untuk menjalankan script php. Secara default kedua software diatas akan aktif secara otomatis setiap kali windows startup.

  1. Untuk memastikan apakah software tersebut sudah berjalan dengan baik, kita perlu mencoba pada browser sebelum memulai instalasi WordPress. Buka Browser (Internet Explorer atau Firefox). Pada jendela address ketik url http://localhost apabila telah tampil tulisan “The AppServ Open Project – 2.4.5 for Windows”, maka software telah berjalan dengan baik.
  2. Langkah selajutnya adalah membuat database yang akan digunakan oleh script php untuk menyimpan semua data website, pada jendela address ketikkan url untuk mengakses PHPMyAdmin yaitu http://localhost/phpmyadmin
  3. Untuk membuat database baru, masukkan nama database pada kolom Create New Database, pada latihan ini kita menggunakan nama database latihan. Kemudian klik tombol  Create
  4. Stelah membuat database, selajutnya adalah langkah instalasi script website, pada jendela address pada browser, ketikkan url:
    http://localhost/folderwebsite
    folderwebsite
    adalah nama folder yang telah anda buat sebelumnya pada saat meng-copy script wordpress ke C:\AppServ\www\folderwebsite
    Untuk contoh ini kami menggunakan nama wordpress, jadi url yang harus diketik adalah http://localhost/wordpress
  5. Maka akan tampil keterangan bahwa script wordpress yang akan kita gunakan belum terinstal.

There doesn’t seem to be a wp-config.php file. I need this before we can get started. Need more help? We got it. You can create a wp-config.php file through a web interface, but this doesn’t work for all server setups. The safest way is to manually create the file.

  1. Klik pada link text create a wp-config.php file through a web interface untuk memulai instalasi.
  2. Pada tampilan berikutnya, klik pada link text let’s go!
  3. Isi kolom sesuai dengan data yang ada, kemudian klik tombol SUBMIT
    • Database Name : latihan (adalah nama database yang telah dibuat sebelumnya lewat PHPMyadmin (langkah No. 3))
    • Username: root (adalah nama pengguna yang boleh mengakses database tersebut. defaultnya root)
    • Password: kosong (adalah password pengguna untuk mengakses database (dikosongkan)
    • Database Host: localhost (Adalah dimana database itu tersimpan, tidak perlu diganti.)
    •  Table Prefix: wp_ (Adalah nama awal yg dapat diberikan untuk nama table pada database, hal ini perlu di ubah apabila akan menginstal lebih dari satu script wordpress pada database yang sama. (tidak perlu diubah))
  4. Maka akan tampil seperti gambar dibawah ini , kemudian klik link text run the install!
  5. Akan tampil Langkah pertama proses instalasi seperti pada gambar, klik pada link text First Step >>
  6. Isi pada kolom untuk Title dan email administrator website/blog

Weblog Title: adalah title atau judul dari website/blog Anda, biasanya akan muncul pada bagian kanan atas dari browser ketika website dibuka
Your E-mail: adalah email Anda yang akan digunakan sebagai email administrator website

  1. Setelah data diisi klik pada tombol Continue to Second Step >>
  2. Selamat! Anda telah menyelesaikan proses instalasi website.
    Pada langkah ini akan tampil pesan seperti dibawah ini yang menyatakan bahwa proses instalasi telah selesai.

Now you can log in with the username “admin” and password “3e7f1d”.Yang harus diperhatikan pada proses ini adalah username dan password yang tampil (sebaiknya Anda catat agar tidak lupa).
Artinya untuk mengakses website sebagai Administrator, Username yang digunakan adalah : admin, dan Password : 3e7f1d (dapat diubah setelah masuk ke admin website).
Klik pada link teks log in untuk masuk ke sistem administrator blog.

  1. Langkah selanjutnya adalah memasuki ruang Administrasi website, masukkan username dan password yang telah di catat pada langkah sebelumnya.
  2. Langkah Instalasi telah Selesai. Buka Website anda dengan mengetikkan http://localhost/wordpress pada address bar di browser, maka akan tampil sebuah tampilan blog dengan 1 contoh berita berjudul “Hello World” yang berarti Anda telah sukses meng-install wordpress di komputer Anda.

Dengan demikian anda dapat mulai mempelajari sistem administrator blog menggunakan wordpress, silahkan login http://localhost/wordpress/wp-login.php setiap kali anda ingin menambah berita, halaman dan sebagainya. Selamat mencoba!