Rawa Pening, Surga Bagi Para Fotografer

Taman Wisata Rawa Pening terdapat di daerah Kota Ungaran, Kabupaten Semarang. Rawa Pening terbilang objek wisata yang masih perawan. Udaranya sejuk, tidak terlalu ramai dan relatif masih bebas polusi. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat lokasinya berada di kaki Gunung Ungaran, dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

Rawa Pening yang luasnya sekitar 2.670 hektar ini terletak di sisi jalan yang menghubungkan Bawen dan Salatiga. Rawa Pening yang sangat indah ini menurut cerita legenda berasal dari muntahan air bah dari bekas cabutan lidi Baru Klinting. Tempat wisata ini mudah dijangkau dengan angkutan umum maupun pribadi. Keindahannya yang mempesona, bukan hanya terlatak pada airnya yang bening dan sejuk, tapi masih banyak lagi dan bakal terus menarik perhatian Anda. Terdapat taman rekreasi yang indah, berhawa amat sejuk yang berada di atas sebuah bukit di tepi danau.

Waduk alam itu kini mempunyai beberapa area wisata, seperti Tlogo, Lopait, Bukit Cinta, Muncul dan Asinan. Loket Rawa Pening sudah mulai dibuka pukul 8.30 sampai 21.00. Pada pagi haripun Anda dapat berekreasi bersama keluarga di sini, karena telah disediakan taman yang asri di areal wisata tersebut sehingga sangat cocok untuk rekreasi bersama keluarga selain menikmati keindahan danaunya.

Kalau belum cukup, jelajahi hamparan air Rawa Pening dengan menggunakan perahu. Anda bisa berkeliling danau dan melihat dari dekat banyaknya hamparan Enceng Gondok(Eichornia Crassipes) dan kehidupan nelayan di Rawa Pening tersebut. Untuk menyewa perahu dengan kapasitas 10 sampai 15 orang ini anda dapat menyewanya seharga Rp 25.000/jam. Jadi apabila Anda sendirian atau rombongan Anda masih kurang dari 10, untuk hematnya lebih baik Anda menunggu orang lagi yang sama-sama ingin menaiki perahu tersebut.

Anda tidak usah kuatir akan kelaparan di kawasan Rawa Pening ini. Pasalnya, banyak restoran tersebar di daerah Tuntang ataupun Lopait. Kebanyakan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, gardu pandang, tempat permainan anak dan lain-lain. Bahkan ketika malam hari banyak orang yang datang ke wisata Rawa Pening untuk menikmati sajian ikan bakar. Di areal luar taman banyak terdapat kedai dan rumah makan tradisional yang pada umumnya menyediakan menu ikan gurami bakar.

Kalau Anda merasa sayang dan enggan untuk menikmati semua keindahan disini hanya dalam sekejap, Anda bisa memilih tempat peristirahatan yang bertebaran di sana. Terdapat banyak villa, losmen, wisma, bungalow, pesanggrahan dan hotel. Bahkan beberapa di antara hotel-hotel itu sudah memiliki fasilitas untuk berbagai keperluan seperti konvensi, seminar, rapat, lokakarya dan penataran. Anda punya begitu banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Kalau ingin melemaskan otot-otot, juga bisa mencoba pijat di panti-panti pijat yang tersebar mengisi hampir seluruh kawasan Rawa Pening. Tetapi yang paling penting dan yang tidak pernah ketinggalan dari lokasi wisata manapun, di sini juga terdapat pasar yang menjajakan hasil-hasil bumi khas daerah seperti buah dan sayuran segar yang sangat cocok buat oleh-oleh.

Bagi anda yang hobi fotografi, Rawa Pening adalah surga Anda. Keindahan di rawa ini sangatlah unik, terutama di pagi hari pada saat sunrise. Sangat disarankan Anda datang kesini sejak jam 5.00 pagi pada saat sunrise. Dengan menunggu di dermaga tepi danau, Anda dapat memotret keindahan panorama Rawa Pening dari awal-awal terbitnya matahari. Konon suasana pagi di sini sangat misterius dan mistis, begitu indah untuk diabadikan lewat sebuah kamera.

Menjelang pagi anda dapat melanjutkan hunting kegiatan foto Anda dengan menaiki kapal yang disewakan di dermaga. Pada saat pagi seperti ini, para nelayan disana sedang aktif menjala dan mencari ikan di danau yang banyak terdapat eceng gondok tersebut. Anda dapat menjadikannya salah satu objek foto yang menawan. Rawa Pening ini sangatlah luas sehingga seringkali waktu mengambil gambar, Anda akan merasa lupa waktu bahkan mungkin tidak akan terasa kalau matahari sudah bersinar tepat di atas. Tunggu apa lagi, siapkan kamera Anda dan berburulah view yang terbaik dari Rawa Pening!

Gua Akbar, Gua Alam Sarat Cerita Religi

Gua Akbar merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Uniknya tidak seperti gua alam lain yang kebanyakan berlokasi di tempat yang terpencil, gua ini malahan berada tepat di bawah pasar rakyat.

Nama Akbar konon berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh didepan gua, yakni pohon Abar. Adanya pohon Abar, yaitu pohon yang hidup di dekat pintu masuk gua juga menyebabkan sejak dulu masyarakat setempat menyebutnya Gua Abar atau Ngabar. Kata “Akbar” itu kini dipergunakan Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai slogannya untuk kabupatennya. Akbar adalah singkatan dari Aman, Kreatif, Bersih, Asri, dan Rapi. Namun ada juga yang mengatakan kebalikannya, akronim untuk kabupaten itu muncul terlebih dahulu, baru setelah mulai dipugar tahun 1996, gua itu diberi nama sama Gua Akbar.

Gua Akbar ini sarat akan cerita religius. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya pernah menjadi tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang bertapa. Diantaranya seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi yang artinya tempat pintu yang dirahasiakan. Ceruk ini tampaknya sengaja dibuat sangat kecil pintunya sehingga untuk masuk harus merangkak atau sekurangnya membungkuk. Diyakini ini dimaksudkan bahwa di depan Tuhan semua harus merendahkan diri.

Terdapat pula sebuah ruangan yang cukup luas yang disebut Paseban Wali yang dipercaya dulunya digunakan oleh para walisongo untuk berkumpul. Paseban Wali jika dilihat secara seksama mirip dengan ruang pertemuan. Adanya lubang-lubang di langit-langit gua membuat cahaya matahari dapat masuk. Stalaktit dan stalagmit yang ada juga seakan menjadi hiasan ruangan. Ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang tersebut yang mirip sekali podium bagi pembicara.

Ada sebuah batu yang disebut Gamping Watu Nogo dipercaya sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijogo. Di bawah batu itu terdapat kolam yang terkadang bergolak dan mengeluarkan asap, seakan ada naga di dalamnya. Gua ini memiliki sumber air alami yang diberi nama Kedung Tirta Agung. Anehnya menurut pemandu wisata disana, airnya baru sederas sekarang setelah tahun 1999, ketika Bupati mengadakan syukuran di dekat sumber mata air tersebut. Dengan menggunakan ayam hitam, di malam takbiran, air pun langsung mengucur deras. Hingga kini, air tersebut dipandang memiliki khasiat, baik untuk kesehatan maupun untuk kekuatan.

Masih banyak lorong yang belum dieksplorasi di Gua Akbar ini, karena ini Tuban sering digelari Kota Seribu Gua. Bahkan seperti salah satu lorongnya yaitu Lorong Hawan Samudra dipercaya berakhir di Pantai Utara Tuban. Menurut penelitian arkeologi, diperkirakan Gua Akbar sudah berusia lebih dari 20 juta tahun. Ditemukannya fosil binatang laut seperti kerang di batu-batu dan dinding gua, yang sampai sekarang dapat dilihat dengan mata telanjang, menguatkan posisi Gua Akbar sebagai gua fosil.

Gua Akbar setelah direnovasi pada tahun 1996 semakin memudahkan pengunjung untuk menikmati keindahannya. Jalur jalan didalam gua sudah dibuat paving block dengan pembatas pagar besi(sebagian diantaranya telah di krom) yang sengaja dipasang agar pengunjung tidak tersesat di dalam gua. Hanya cukup mengikuti jalur yang telah dibuat tersebut otomatis seluruh bagian gua bisa dinikmati.

Di dalam gua juga sudah dipasangi lampu-lampu warna-warni untuk membantu menunjukkan tekstur gua. Adanya sebuah kolam air tawar dengan ikan mas didalamnya memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini. Benar-benar tujuan tepat untuk mengisi liburan Anda kali ini.

Bungee Jumping, Pemacu Adrenalin Paling Diminati

Bungee jumping atau yang dikenal juga dengan bungy jumping, merupakan salah satu olahraga pemacu adrenalin yang paling diminati. Bayangkan jika Anda dijatuhkan dari ketinggian ratusan kaki dari permukaan tanah dan berat tubuh Anda hanya di topang oleh seutas tali yang diikat di kaki maupun pinggang. Tetapi yang menarik dari olah raga ini bukan saat Anda melakukan lompatan, melainkan saat anda terpental kembali beberapa kali oleh tali elastis yang diikatkan tadi sampai energi tali benar-benar berhenti.

Kata bungee muncul sekitar tahun 1930 yang merupakan nama dari karet penghapus. Padahal dulunya, bungee dilakukan pertama kali bukan menggunakan tali karet, melainkan tali yang terbuat dari tanaman menjalar.

Chris Baker dari Bristol, Inggris yang terilhami cuplikan film buatan tahun 1950-an oleh David Attenborough dan kru BBC tentang “Penyelam Negri” Pulau Pantekosta di Vanuatu, yang menampilkan seorang pemuda yang melompat dari panggung kayu yang tinggi dengan tanaman menjalar diikatkan ke pergelangan kaki mereka sebagai tes keberanian; kemudian mengganti tanaman jalar menjadi karet elastis.

Pertama kalinya modern bungee ini dilakukan di Clifton Suspension Bridge, Bristol dengan ketinggian 250 kaki oleh 4 anggota dangerous sports club, yang dipimpin oleh David Kirke. Sayangnya sesaat setelah aksi itu mereka kemudian ditangkap. Tetapi kejadian itu tidak membuat mereka jera, mereka malah hijrah ke AS dan melakukan aksi-aksi menghebohkan di Golden Gate dan Royal Gorge Bridges yang kemudian menyebarkan konsep bungee ini keseluruh dunia. Bahkan pada 1982 mereka nekat melompat dari balon udara!

Operator bungee jumping pertama, A J Hackett yang berasal dari New Zealand melakukan lompatan perdana di Auckland’s Greengithe Bridge tahun 1986 dan beberapa tahun berikutnya dia melakukan berbagai lompatan heboh dari berbagai jembatan bahkan struktur lain seperti menara eiffel. Inilah yang kemudian memunculkan cikal bakal bungge sebagai salah satu cabang olah raga dan juga menjadikan Hackett sebagai operator bungee komersial terbesar yang tersebar di beberapa negara.

Walau bahaya, bungee berada pada urutan tertinggi, tidak juga menghentikan jutaan lompatan yang berhasil dilakukan sejak 1980. Hal ini mengakibatkan operator bungee semakin ketat melakukan ritual-nya sebelum melakukan lompatan, seperti menyesuaikan berat badan dan panjang tali, bahkan kekuatan tali serta keelastisitasannya.

Sayangnya kecelakaan di olahraga ini cenderung aneh dan menakjubkan. Kecelakaan yang relatif terjadi adalah penggunaan tali yang terlalu panjang. Sebaiknya tali cukup lebih pendek daripada tinggi panggung loncatan untuk ruang merentang.

Pulau Umang, Minimalis Bersatu Dengan Alam

Perjalanan wisata ke perairan Selat Sunda, Banten belum usai. Masih dalam kesempatan yang sama, Saya mengunjungi Pulau Umang Resort & Spa, yang benar-benar luar biasa.

Bagaimana tidak, akses menuju lokasi sangatlah baik, itu semua merupakan dukungan masyarakat dan pemda setempat. Jarak tempuh selama empat jam dari Jakarta pun boleh jadi sedikit melelahkan. Namun, saat memasuki perbukitan menuju Sumur, lika liku jalan bak melewati Puncak di kawasan Bogor bisa anda nikmati.

Setibanya di Sumur, para pengunjung ternyata nggak cuma disuguhkan untuk mengunjungi Pulau Umang saja. Tapi juga ada Tangkilsari Challenge Outbound, Summer Camp bahkan penangkaran Kupu-kupu, yang tentunya bisa dijadikan alternatif kunjungan.

Untuk mencapai Pulau, diperlukan waktu kurang lebih 10 menit dengan kapal. Jangan khawatir, meski kapalnya kecil tapi mampu menampung paling tidak 20 orang. Dan setiap orang yang naik ke atas kapal wajib mengenakan pelampung. Belum lagi kapal tersebut memang salah satu fasilitas yang disediakan pengelola untuk tamu-tamu yang akan menginap di resort tersebut.

Keindahan pulau mulai terlihat ketika kapal mulai merapat ke dermaga. Meski tak besar, tapi konsep minimal dan natural bisa didapat. Fasilitas yang disuguhkan juga cukup banyak. Ada The Beach Club, Sunrise Cafe, Private Beach, Jacuzzy, Kids pool dan Gazebo di pinggir pantai.

Pembagian vila dipisah menjadi dua, yaitu sunset dan sunrise. Berkonsep ‘Living in Nature,’ bahan untuk vila banyak menggunakan kayu, batu dan kaca, rasanya nyaman untuk bisa beristirahat jauh dari keramaian kota. Apalagi suara debur ombak bikin hati berasa menyatu dengan alam.

Pulau Umang Resort dan Spa juga memiliki banyak program yang ditawarkan. Ada water sport, out bond, family out bond, honeymoon, corporate gathering, corporate meeting, family gathering dan wedding party.

Memiliki 58 kamar, anda dan keluarga bisa menjadikan Pulau Umang Resort dan Spa sebagai tujuan untuk menghabiskan liburan panjang. Soal harga masih cukup terjangkau. Harga promosi untuk weekday senilai 900 ribu rupiah dan harga akhir pekan mencapai 1,2 juta rupiah.

Landainya Pantai Carita

Satu lagi kawasan berlibur yang patut dikunjung di daerah Banten, Mutiara Carita Cottage dan Carita Resort. Dengan pantai yang sangat landai, sepertinya makin asik buat melakukan olahraga air.

Meski begitu, gempa dan tsunami membuat kedua lokasi tersebut sepi pengunjung. Karenanya untuk lebih meyakinkan publik kalau kondisi di sana aman, sering kali pihak resort membiarkan para pegawainya untuk melakukan aktifitas air.

Di Carita Resort misalnya, berkonsep dua bangunan berbeda. Resort ini mampu menampung hingga 1500 orang. Nggak heran juga memang, karena di bagian selatan gedung memiliki 350 kamar sementara bagian utara memiliki 450 kamar.

Sebagai bagian dari promosi guna mengembalikan minat publik untuk menikmati pantai, banting harga hingga 50% pun dilakukan. Resort satu kamar misalnya di akhir pekan disewakan dengan harga 500ribu rupiah, kalau hari biasa jatuhnya cukup lumayan tepatnya 350 ribu rupiah.

Berbeda dengan Mutiara Carita Cottage, konsep harga yang diberlakukan di sana adalah penyewaan cottage. Harganya juga cukup beragam. Untuk hari biasa kisaran harga dibuka antara 700 ribu hingga 1,8 juta. Sementara untuk akhir pekan harga dibuka dari 950 ribu hingga 2,3 juta rupiah.

Soal fasilitas memang beragam, tapi di Mutiara Carita anda bisa mengikuti program untuk mengunjungi gunung krakatau. Sebagaimana diketahui, tahun 1883 lalu, Gunung Krakatau meletus dan kini menyisakan empat retakan. Salah satunya, Anak Krakatau masih terbilang aktif.

Bagi anda yang hanya ingin menghabiskan waktu di pantai tanpa harus menginap, tempat yang tepat dikunjungi adalah Karang Sari. Pasalnya, selain banyak warung makanan yang tersedia, penduduk setempat banyak yang menyediakan kamar-kamar bilas.

Jadi siapa bilang liburan di pantai itu menakutkan. Badan Meteorologi dan Geofisika sendiri sudah memberikan pernyataan resmi bahwa kawasan Banten terutama Selat Sunda aman dan nyaman.

Meski begitu, akses menuju Carita boleh dikatakan tersendat di daerah Cilegon. Soalnya, jalan itu rusak dan harus dilewati secara perlahan.